
Sepeerti anak ayam kehilangan induk nya
Tidak jauh dari itu
Seperti aku kehilangan keyakinan
Berteriak seada suara tersisa
Menangis sebisa air mata yang jatuhSeperti aku kehilangan keyakinan
Berteriak seada suara tersisa
dan berlari sekuat kaki mengikuti hati
***
Ada banyak pertanyaan menghantam hati
Sangat sulit di jelaskan akal
Hati pun seakan enggan memberi kepastian
Apakah sekarang saat nya berhenti ?
***
Satu, Tuhan...
Jelaskan padaku
Kenapa Engkau semakin mendekatkan,
jika pada dasarnya kami tidak diperbolehkan berdekatan
***
Yang mana yang harus kita percaya ?
Mata kepala atau suara hati ?
***
Tuhan..
Begitu indah hasil tangan-Mu ini
Hijau, jernih..
Demi nama Mu
Aku tidak bisa berkata kata
***
Kereta kuda itu rusak
Kuda putih pergi menjauh mendekati seekor singa besar
Tapi kuda itu menjadi coklat sama seperti singa
Mereka memandang ku tajam- tajam
Aku lari menelusuri jalan panjang
Menjauhi mereka
Tapi di ujung jalan aku bertemu mereka lagi
Aku begitu takut
Aku memutar arah dan berlari kembali
Tapi di ujung yang lain mereka sudah berdiri menatap ku
Aku terlalu lelah
Dan aku terbangun dengan perasaan takut berkecamuk
***
Hujan kali ini terasa enggan untuk pergi
Hujan kali ini seaakan mengerti
Kekecewaan dan kerinduan ku
Rintiknya seperti nyanyian kerinduan
Dinginnya sangat menusuk tulang
Dia jatuh kemudian memantul di atas telapak tangan yang menengadah
Percik airnya seperti membawa aliran
Yang kemudian menyebar ke seluruh tubuh
Hujan kali ini
Begitu menyejukkan
Begitu menenangkan
Dan begitu menggetarkan

0 komentar:
Posting Komentar